SUDUT PANDAN

Suatu kerja dan konsolidasi pemerintah terus ditingkatkan dalam menangani virus korona, memang betul. Namun partisipasi masyarakat masih gamang untuk menindaklanjuti. Memang ada dua pilihan yang harus mereka sikapi untuk patuh dan tidak. Inilah sampai sekarang yang menjadi ganjalan.

Kebijakan social distancing belum bisa memberi solusi yang terbaik, mengingat mereka para kaum buruh/sipil yang tiap hari harus keluar untuk bekerja mencari nahkah, menanggung beban kebutuhan istri dan anak-anaknya. Hm….., kini yang menjadi pertanyaan ketidak patuhan ini, apakah bisa disebut sebagai pembangkangan program yang sedang dijalankan pemerintah ?
Belum ada yang bisa menjawab yang signifikan pertanyaan pembangkangan sipil ini.

Memang social distancing bisa dipatuhi oleh mereka yang punya gaji tinggi dan tetap, contoh ASN mereka tinggal duduk manis bersama keluarganya (stay at home) sambil melihat hiburan di layar tivi dan mereka seakan tidak tahu kalau di luar sudut gang sana ada anak kecil yang tidak bisa makan, karena orang tuanya tidak bisa keluar untuk mencari uang.

Ah, mengapa “pagebluk” ini harus tega merusak kehidupan negeri yang kita cintai ini ?  Salah apa kita-kita ini dan mengapa pemerintah sejak dari awalnya tidak tanggap, hanya menganggap remeh persoalan ini ? Sementara pecundang-pecundang politik malah semakin membuat gerah, bukan menjadi filter yang teduh dalam menangani persoalan ini………

DIANTARA KELANGKAAN MASKER DAN SEORANG IBU ISTI WAHYUNI

Dengan adanya dampak dari pendemi virus yang sangat menyakitkan dan meresahkan masyarakat ini malah ironisnya menjadi peluang yang menguntungkan bagi pelaku usaha rumahan. Memang kedengarannya sangat janggal sekali dalam konteks sekarang ini, dimana masyarakat sedang bingung mengatur ekonomi rumahtangganya yang sudah mulai timpang ternyata masih ada binar yang menerangi, walau binar itu kecil. Namun sangat terinspiratif.

Siapa lagi kalau bukan dia seorang warga Gebang Sidoarjo malah sibuk “kwalahan” mengerjakan usahanya. Sebut saja ibu itu namanya Isti Wahyuni pemilik kovensi 99 Terhitung sejak Kamis (26/3) , ia telah mendapat pesanan 1.500 masker dari instansi. Hm, sangat menarik….
“Sebelumnya produksi kaos sablon. Sejak ada covid-19, pemesanan kaos menurun drastis. Akhirnya coba bikin masker, ternyata langsung ada pesanan setelah pasang status di media sosial,” ungkapnya, Minggu (29/3).

Memang bukan sembarang masker, Isti memproduksi masker premium dengan tiga lapis kain. Ditambah tulisan serta logo instansi di bagian depan.
Sejak kelangkaan masker di pasar, ternyata membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha rumahan. Kini, mereka banjir pesanan masker berbahan kain, setelah masker ludes hampir di semua apotek dan toko di Surabaya. Nah, siapa yang merasa terinspirasi ? Ikutlah jejak ibu Isti ini…

MELATI ANAK SANG BUPATI

Bukan masalah pencitraan juga bukan mencari kesempatan “aji mumpung” Namun merupakan kepedulian rasa kasih, humanis antar sesama. Seorang bupati mengajarkan pada anaknya untuk saling membantu, di mana Bangsa kita sedang membutuhkan uluran tanganmu. Itulah pesan Bupati Magetan Suprawoto kepada putrinya, dr. Melati Arum Satiti MSc saat mohon izin pamit mengabdi sebagai relawan untuk merawat anak-anak yang terpapar virus Covid-19.
Kedengarannya sangat mengharukan ujut dari tindakan yang ia lakukan dengan kerendahan hati yang tulus.

“Baru saja anak pertama saya mohon izin untuk menjadi dokter relawan merawat anak-anak yang terpapar virus Covid-19 atau virus Corona,” aku bupati.
Memang disaat kondisi seperti ini, Suprawoto merasa terpukul dan resah hatinya. Tetapi mengingat ia orang  nomer satu di Magetan ini, yang mempunyai kepentingan dan tanggung jawab yang besar kepada negara, bupati mengizinkan putrinya, Melati untuk meneruskan niatnya tersebut.
Tak salah sebagai manusia biasa dan lumrah jika Suprawoto menangis. Apalagi di sini, di Magetan, tengah berjuang keras bersama masyarakat melawan virus Corona.

Dokter Melati adalah putri sulung buah hati Suprawoto dan Titik Sudarti. Melati merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia juga lulusan master kesehatan di Twente University Belanda. Melati juga mengambil Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anak pada FKUI.
Menurut dia, tenaga putrinya, Melati, sebagai dokter spesialis anak sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini. Meskipun sebagai bapak, dirinya dan istri serta suami Melati memahami risiko sebagai pejuang kesehatan di garda terdepan penanganan virus Covid-19 ini.

“Selamat bekerja tenaga kesehatan Indonesia, bangsa ini membutuhkan uluran tanganmu,” pesan Suprawoto kepada Melati, putri pertamanya.
Dari sini penulis bisa merasakan begitu hebatnya Melati harus berjuang di tengah garda terdepan demi saudara-saudaranya yang sedang membutuhkan uluran tangannya. Selamat berjuang Melati, kepedulianmu yang sangat tinggi.

SARAPAN PAGI YUK

Pagi ini cari sarapan kok yo susah sekali, banyak yang tidak berani jual dan malah tutup. Memang sarapan merupakan kegiatan yang wajib dilakukan sebelum memulai aktivitas karena sarapan berfungsi meningkatkan energi dan sebagai bahan bakar tubuh untuk menjalankan kegiatan sehari penuh. Nah, jika Anda kebetulan sedang berada di Surabaya, tentunya ingin menikmati kuliner pagi dengan bermacam-macam menu yang tersebar di kota Pahlawan ini. Namun tidak seperti biasanya yang semua saling menjajakan dagangan, kini hanya beberapa warung nasi yang buka.

Sego Babat Usus Dukuh Kupang
Dinamakan Sego Babat Usus Dukuh Kupang karena berlokasi di Dukuh Kupang, Gosyen, Surabaya, Jawa Timur.
Sego Babat Usus Dukuh Kupang bisa jadi pilihan menu sarapan pagi ini.
Potongan babatnya besar dan banyak yang bisa membuatmu lebih kenyang.
Jika kamu suka pedas, ada sambal bawang yang bisa kamu minta.
Warung Sego Babat Usus Dukuh Kupang mulai buka pukul 06.00 WIB. Wah pokoknya nikmat sambil kita mendengarkan tembang oldish, hm…..

TEGANYA “KAMU”

Siang tadi, 27/3/2020. Pas kebetulan aku lewat di Perumahan Bukit Dieng, Kecamatan Sukun Malang, aku sempat terkejut ! Kok banyak warga pada kumpul. “Ada apa yang terjadi Buk ?” Aku nyobak bertanya pada seorang ibu yang wajahnya kelihatan agak gugup dan seraya tangannya menunjukkan ke arah bungkusan tas kresek berwarna biru.

Oh, ternyata bayi mungil berjenis kelamin perempuan, diduga dibuang ibunya yang sangat tega sekali. Terlihat dengan jelas tubuhnya yang masih merah, lengkap dengan ari-ari dibalut jaket hoodie berwarna merah.
“Masih merah, itu umurnya diperkirakan masih jam-jaman,” ujar Kapolsek Sukun, AKP Suyoto yang ikut datang keTKP.

Awalnya seorang pemulung pas lewat di situ tau ada kejadian seperti itu ia akhirnya melapor kepada, Ketua RT 07 Kelurahan Pisang Candi Armiyanto dan Kwantari, Satpam perumahan. TIDAK banyak pikir kedua saksi itu lantas mendatangi lokasi dan menemukan bayi lucu tersebut. Tidak ada tanda-tanda orang mencurigakan atau pesan tertulis pada si pembuang bayi.

Akhirnya dengan inisiatif kedua saksi itu membawa bayi itu ke Bidan Ati Purwatingningsih (ibu Bhayangkari Polsek Sukun), Jl Bukit Dieng Kecamatan Sukun Kota Malang. Setibanya di sana, bayi tersebut langsung mendapatkan perawatan.
“Waktu ditemukan bayi berjenis perempuan masih ada ari-arinya kondisi masih hidup dan kondisi sehat,” kata Suyoto salah satu dari ke dua saksi itu.

Akhirnya bayi tersebut dirawat di rumah bidan tersebut. Sementara dari pihak kepolisian masih menyelidiki siapa dan apa motif pembuang bayi tersebut.
“Di sekitar TKP banyak terdapat rumah kontrakan, rumah kos kosan. Kami akan berangkat dari observasi ini,” tandasnya.

Dari kejadian ini aku bisa merasakan, begitu kejamnya seorang ibu membuang darah dagingnya sendiri. Miris hatiku melihatnya ada orang tua tega-teganya “membuang” bayinya begitu saja.
Si Bayi yang merasa kedinginan mengggerakkan kedua kakinya seperti meronta, oh kasihan sekali dan kejamnya kamu !!

DAMPAK DARI PANDEMI VIRUS.

Dengan adanya wabah pandemi virus corona merubah segala tatanan yang sudah berjalan, terutama bagi awak media yang akan merilis suatu peristiwa kejahatan. Artinya gerak langkah insan pers untuk meliput sudah mulai untuk menjaga jarak. Seperti yang terjadi pada saat sesi rillis di Polres Malang, tidak dihadiri oleh insan pers. Ya, memang perlu kita sadari dan dimaklumi. Inilah pemikiran profesional bagi pihak pers.

”Mengingat keadaan karena kita sedang berduka dan sama-sama melawan corona, maka coba kita terapkan sistem kerja yang tidak bersentuhan secara langsung dengan orang lain termasuk wartawan yang hendak meliput,” kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo, saat sesi rilis berlangsung, Jumat (27/3/2020) petang.

Inilah tujuannya guna meminimalkan kontak langsung dengan massa Polres Malang berinisiatif untuk tidak menyelenggarakan sesi rilis tentang penjambretan yang terjadi di Malang, yaitu dengan melalui live streaming pada layanan media sosial (medsos). Yakni akun Youtube dan instagram milik Polres Malang.

”Sesuai surat edaran Ombudsman, dan maklumat Kapolri. Press rilis dianjurkan untuk dilaksanakan melalui live Youtube,” sambung Andaru.
Mantan Kasat Reskrim Polres Gresik ini juga menambahkan, bagi masyarakat khususnya awak media yang hendak mewawancarai narasumber saat sesi rilis. Maka diinstruksikan agar menuliskan pertanyaan yang ingin disampaikan melalui kolom komentar.

Dari pantauan media online ini, insan perss dengan menggunakan akun mereka masing-masing terpantau aktif melemparkan pertanyaan di kolom komentar. Mendapat pertanyaan, Kasat Reskrim yang saat itu didampingi Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Nining Husumawati. Terlihat telaten menjawab satu per satu pertanyaan yang diajukan awak media.

”Itu (social distancing) merupakan salah satu upaya kami untuk menangkal penyebaran corona,” tutup Kasat Reskrim Polres Malang dengan pangkat tiga balok dibahu ini.

”Dari hasil penyidikan, tersangka ZM (Zainul Masduki) merupakan pelaku spesialis penjambretan. Selain di wilayah Kecamatan Kromengan, tersangka juga pernah beraksi di wilayah Sumberpucung. Kasusnya masih kami kembangkan, sebab terdapat satu pelaku lainnya yang masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang),” tutup Andaru yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Gresik ini.
Yah beginilah perlunya dimaklumi, tentunya bagi pihak pers yang biasanya bisa bekerja secara langsung.

DENNY SIREGAR

Nah, selain Ninoy Karundeng ada lagi pegiat media sosial yang berani berceloteh keras tajam tak bertepi. Bagi para pegila media sosial jelas tahu siapa dia. Memang dia tidak asing lagi di telinga kita. Sebagai salah satu seorang influencer politik yang sedang naik daun ini sangat berani bercetoleh lewat tulisan-tulisannya yang sangat menggelitik. Entah dari mana ia mendapat sumber berita yang akurat dan berani dipertanggungjawabkan ini. Memang di blog Denny Siregar belakangan ini lebih cenderung  berbicara soal tokoh-tokoh politik dan dunia politik yang carut marut ini. Dia mengemas tulisan-tulisannya sangat rapi dan enak dibaca. Kalau dikatakan sebagai seorang jurnalis, namun tulisannya tidak bergaya seorang jurnalis.
Namun, tahukah kamu kalau pria kelahiran Kota Medan itu ternyata gak sepenuhnya mengandalkan blog dan laman media sosialnya?

Sekarang banyak influencer lain yang saling berlomba-lomba menawarkan endorse, maka Denny Siregar punya cara lain. Saat ditanya dari mana aja penghasilannya, ini jawaban pria berdarah Batak Mandailing tersebut.
“Pendapatan saya sebenarnya gak banyak dari sebagai influencer (media sosial). Pendapatan saya malah lebih banyak dari bisnis yang lain. Saya sebenarnya lebih ke mengkapitalisasi nama saya sendiri,” ungkapnya
Nah, sumber duit Denny Siregar ini kali aja bisa menjadi inspirasi buatmu, khususnya untuk kamu yang aktif di media sosial (medsos), bisa menggunakan kekuatan kamu tersebut buat berekspansi di bidang lain seperti Denny Siregar. Bagaimana ? Ikutilah jejak dia.

NINOY KARUNDENG

Ninoy Karundeng selain sebagai relawan Jokowi, ia juga seorang aktivis media sosial. Ini yang membuatku kagum atas keberaniannya dalam menorehkan kata dan ucap di beberapa media sosial atau pun media cetak. Bahkan sampai pernah digebuki sampai babak belur lantaran celotehnya yang menyakitkan didengar telinga, tentunya lawan politiknya. Namun ia masih tetap tidak gentar  dalam berceloteh. Hm, manusia apa ini ?(maaf bang Noy-red)
Ninoy merupakan penulis aktif yang tulisannya berupa artikel yang selalu berkaitan dengan politik dengan cara mem-posting isu-isu yang sangat menggemaskan, dengannya gaya penulisan bahasa yang tajam menukik.
Namun yang paling menakjubkan ia pernah diundang ke Istana.
Ninoy merupakan salah satu dari 13 penulis yang diundang ke Istana. Kira-kira dibisiki apa Ninoy sama pak Presiden ?

SENO GUMIRA AJIDARMA

Siapa sastrawan Seno Gumira Ajidarma ? Sosok sastrawan, wartawan, penulis dan kritikus pasangan Ikke Susilowati ini memang sangat menarik untuk di tulis. Mengapa ? Sebab secara pribadi saya pengagumnya dan bayangkan sudah berapa banyak karyanya yang tertuang.

Dari karya-karya itu yang tertoreh ini mengantarkannya bisa meraih sejumlah penghargaan, entah penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Dan tidak menutup kemungkinan, pengarang yang mengawali kariernya sebagai seorang wartawan ini mengapa enggan disebut sastrawan dan pernah menolak penghargaan di bidang sastra. Wah !

Contoh seperti yang kita kenal sastrawan kenamaan seperti Chairil Anwar, WS Rendra, dan Sapardi Djoko Damono dan banyak lainnya lagi, ya siapa lagi kalau bukan Seno Gumira Ajidarma sendiri.
Di dunia literasi Indonesia tentulah sudah tidak diragukan. Dia berproses dan tumbuh kreatif mulai berusia 17 tahun. Dengan karya berupa tulisan, baik fiksi maupun nonfiksi.

Mulai dari menulis puisi, cerpen, novel, serta esai yang dimuat di surat kabar dan diterbitkan dalam buku antologi. Tak sedikit pula cerpen karyanya yang menerima penghargaan dari dalam hingga luar negeri. Meski begitu, pengarang yang dikenal dengan nama samaran Mira Sato ini justru menolak disebut sebagai seorang sastrawan. Ia memilih disebut sebagai wartawan, karena menurutnya kata itu lebih mampu mewakili profesinya, yaitu seorang penulis. Heran, kan ? Inilah dia..

KARYA BUKU ETNOGRAFI KOMUNIKASI

Buku karya DRS. Gatot Priyowidodo,M.SI. PH.D dosen Petra ini sangat menarik untuk dibaca dan semakin menambah wawasan prihal komunikasi masa kini, buku yang aku beli dari toko buku Uranus ini secara spesifik buku ini mengkaji bagaimana interaksi dan komunikasi yang terjadi di sebuah komunitas desa/ masyarakat pinggiran Lamongan  yang sangat kuat ikatan solidaritas bukan karena intervensi negara tapi murni dari internal masyarakat itu sendiri. Juga Etnografi Komunikasi dalam Sosiolinguistik, merangkum suatu kajian mengenai pola-pola komunikasi sebuah komunitas budaya. Memang secara makro kajian ini adalah bagian dari etnografi. Sebagai pencetus teori etnografi komunikasi, memberikan batasan tegas antara linguistik dan komunikasi, menurut kata Dell Hathaway Hymes seorang ahli bahasa, sosiolinguis, antropolog, dan folklorist yang mendirikan yayasan disiplin untuk studi perbandingan, etnografi penggunaan bahasa.

#Wah, selamat Pak Gatut P. Buku anda banyak diminati orang, dan aku jadi ingat
seorang sastrawan Seno Gumira Ajidarma sebagai Wartawan, Penulis dan Kritikus dalam ucapnya yang selalu aku kenang: “Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa.” Inilah yang menjadi catatan anda untuk terus berkarya sampai tua. Amin !