
Bukan masalah pencitraan juga bukan mencari kesempatan “aji mumpung” Namun merupakan kepedulian rasa kasih, humanis antar sesama. Seorang bupati mengajarkan pada anaknya untuk saling membantu, di mana Bangsa kita sedang membutuhkan uluran tanganmu. Itulah pesan Bupati Magetan Suprawoto kepada putrinya, dr. Melati Arum Satiti MSc saat mohon izin pamit mengabdi sebagai relawan untuk merawat anak-anak yang terpapar virus Covid-19.
Kedengarannya sangat mengharukan ujut dari tindakan yang ia lakukan dengan kerendahan hati yang tulus.
“Baru saja anak pertama saya mohon izin untuk menjadi dokter relawan merawat anak-anak yang terpapar virus Covid-19 atau virus Corona,” aku bupati.
Memang disaat kondisi seperti ini, Suprawoto merasa terpukul dan resah hatinya. Tetapi mengingat ia orang nomer satu di Magetan ini, yang mempunyai kepentingan dan tanggung jawab yang besar kepada negara, bupati mengizinkan putrinya, Melati untuk meneruskan niatnya tersebut.
Tak salah sebagai manusia biasa dan lumrah jika Suprawoto menangis. Apalagi di sini, di Magetan, tengah berjuang keras bersama masyarakat melawan virus Corona.
Dokter Melati adalah putri sulung buah hati Suprawoto dan Titik Sudarti. Melati merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ia juga lulusan master kesehatan di Twente University Belanda. Melati juga mengambil Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anak pada FKUI.
Menurut dia, tenaga putrinya, Melati, sebagai dokter spesialis anak sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini. Meskipun sebagai bapak, dirinya dan istri serta suami Melati memahami risiko sebagai pejuang kesehatan di garda terdepan penanganan virus Covid-19 ini.
“Selamat bekerja tenaga kesehatan Indonesia, bangsa ini membutuhkan uluran tanganmu,” pesan Suprawoto kepada Melati, putri pertamanya.
Dari sini penulis bisa merasakan begitu hebatnya Melati harus berjuang di tengah garda terdepan demi saudara-saudaranya yang sedang membutuhkan uluran tangannya. Selamat berjuang Melati, kepedulianmu yang sangat tinggi.