IKUT PRIHATIN

Rombongan Kiai NU Jatim yang Kecelakaan di Tol Cipali yang tujuannya ingin bertemu Wapres. Seorang yang bernama Mariyono dengan perasaan yang tidak karuan tentunya datang menjenguk korban luka kecelakaan maut bus yang membawa rombongan sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) Jatim di Rumah Sakit (RS) Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Insiden kecelakaan itu terjadi di Tol Cipali.

Kata Mariyono, sedikitnya ada lima korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah seorang korban harus menjalani operasi.
“Ya sopir (bus) tadi menjalani tindakan medis. Harus dioperasi, harus dipasang pen di kakinya,” kata Mariyono kepada detikcom usai menjenguk sejumlah kiai yang masih dirawat di RS Mitra Plumbon Cirebon, Sabtu (1/2/2020).

Juga kata Mariyono lagi, bahwa ada  empat korban lainnya hanya mengalami luka ringan. Rata-rata mengalami memar. Ada juga yang luka di leher. Alhamdulillah semua membaik. Dan kernet bus bernama Putut Wijayanto (40) yang meninggal dunia akibat kecelakaan maut itu dikarenakan pendarahan berat.

“Kakinya robek, banyak darah yang keluar. Jenazah sudah dipulangkan ke Tuban,” ujar Mariyono.

Kecelakaan maut bus yang membawa rombongan sejumlah kiai NU Jatim itu terjadi pada Jumat (31/1), pukul 04.00 WIB. Bus pariwisata bernomor polisi B-7844-FAA itu melaju dari arah Jateng menuju Jakarta.

Menurut Mariyono, sopir bus diduga kurang konsentrasi lantaran mengantuk. Bus yang ditumpangi rombongan kiai NU Jatim itu menabrak bagian belakang truk tronton bernomor polisi AE 8554 UK, yang melaju searah.
“Benar. Dugaannya sopir mengantuk. Bus menabrak bagian belakang truk tronton di KM 164,” kata Mariyono.

Salah seorang korban yakni Putut Wijayanto (40) warga Kabupaten Tuban, Jatim, yang juga kernet bus meninggal dunia. “Awalnya dua korban luka berat, kernet dan sopir. Kernet meninggal dunia. Yang korban luka masih dirawat,” tutur Mariyono menutup perjumpaan ini.

PRAKTEK PROSTITUSI DAN EKSPLOITASI ANAK.

Dengan terungkapnya praktik prostitusi dan eksploitasi anak di Apartemen Kalibata City. Seperti yang diungkap Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu 29 Januari 2020.

Kita juga ikut bersyukur dengan terungkapnya kasus ini, semoga bisa menjadi pelajaran bagi orang tua tidak hanya sibuk bekerja tanpa mengontrol anak, sedang apa mereka. Dan di sisi lain anak dibiarkan bermain secara online lewat gatgetnya. Ini awal dari permasalahan.

Memang kejahatan seperti ini merupakan bentuk dari kejahatan seksual yang senantiasa berkelompok yang terkordinir pada tempat yang tersembunyi. Lewat media online tempat yang sangat aman dalam menjalankan tugasnya. Inilah fenomena yang sangat menakutkan di tengah masyarakat.

Para pelaku dengan cara yang populer yaitu dengan mengeksploitasi anak, memanfaatkan anak-anak tersebut karena mereka tahu anak-anak tidak boleh dihukum lebih dari 10 tahun. “Ini modus baru yang harus dibongkar, itu berarti ada jaringan di situ,
sepanjang 2020 sudah ada tiga kasus perdagangan manusia dengan tujuan seksual komersial terhadap anak dengan pendekatan prostitusi online,” kata Ariest lagi sangat antusias.

Dan kata dia memang sebenarnya di Apartemen Kalibata itu bukan baru, sudah ramai. Di Polda Metro sering kali mengamankan itu. Maka dari itu Arist mengajak semua pihak termasuk masyarakat dan Kepolisian untuk bersama-sama memerangi kejahatan perdagangan orang dengan eksploitasi anak untuk tujuan seksual komersial secara online. Nah, mari kita yang merasa peduli ikut mendukung tindakan ini. Selamat buat bung Arist Merdeka Sirait dan aparat Polisi yang ikut bekerja keras memberantas tindakan maksiat ini.

KISAH WARTAWAN YANG DIKROYOK PARA CALO SIM

Jadi wartawan itu nggak enak lho ya ? Banyak orang beranggapan, jadi wartawan itu enak kerjanya hanya kesana-kemari, jangkruk di warung kopi. Gitu saja sudah dapat penghasilan. Hm, hendak demikian bro ?!.

Ini contoh baru-baru ini seperti Yohanes Riadi (36) yang sedang bekerja demi tugas untuk mencari berita tentang carut marutnya persoalan dalam proses pengurusan membuat SIM. Ya mungkin juga menurut pendapat Y. Riadi, kurang transparasinya sistem pembuatan SIM itu sendiri hingga dia penasaran ingin tahu.

Eh nggak tahunya apa yang terjadi ? Dia pas berada di  kantin Satpas SIM Daan Mogot, dikeroyok rame rame oleh para calo. Dengan cara bar-bar, mereka berusaha mengintimidasi Yori panggilan Yonanes Riadi yang juga merupakan seorang wartawan media online itu.

Padahal sebenarnya tujuan dia ke sana  keperluan untuk mengurus SIM dirinya sendiri. Jadi sudah jelaskan ? Wartawan selalu dicurigai jika berada di suatu tempat yang terselubung.

Menurut cerita:
Sebelumnya Yori sudah menyadari dirinya diincar lantaran saat tengah ngopi di teras kantin, ada salah satu pria yang duduk di atas motor terus menatap tajam ke arahnya.

Jarak keduanya sekitar enam meter. Yori berusaha membalas tatapan mata itu, namun tak menduga bahwa pelaku akan sampai membuntutinya hingga keluar Satpas SIM Daan Mogot.

Benar saja, baru berjalan sekitar 200 meter keluar dari Satpas SIM Daan Mogot, sepeda motor yang dikendarai Yori dipepet hingga ditabrak oleh orang tak dikenal. Hm, kasihan ya, nah yang menjadi pertanyaan. Salah siapa kalau sudah begini ? Kacau !!!

INVESTIGATION JOURNALISM

Reading this book we seem carried away by real desires, because we will not linger about discussing the theory. And also we will not waste time discussing the definition of “investigative journalism” and we no longer cite a variety of literature, but we immediately explore thoroughly the techniques of making investigative coverage, for example how we disguised or hunted down speakers for serious cases, such as activist killings Human rights, logging cases, and many others.
 
In Indonesia, coverage of Investigative Journalism (JI) appears more as something sporadic, done only at any time, because it is triggered by the emergence of an event. The causes are many: “vested interest” of media owners, lack of financial resources, ignorance of the importance and strategic importance of JI in a democratic country, to the weak technical capabilities of media crews. If the cause is the last mentioned factor, the book written by Jakarta’s Best Journalist (2008) for coverage of the investigation into the Murder of Munir from the Alliance of Independent Journalists (AJI), is the antidote.
Ok, want to buy this book? Hmm …

KEBEBASAN YANG TERSELUBUNG


Di era informasi ini membuat hati jenuh dan rasanya ada yang tidak nyaman. Dengan mudah orang mengkonsumsi media masa, dengan seenaknya menulis berita, tentu berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya. Selain sudah menyimpang nilai-nilai kode etik jurnalistik yang ada juga berita hoax yang lebih mengerikan. Belum lagi peran para elit politik yang sebenarnya menjadi peneduh suasana masyarakat malah semakin membuat manufer-manufer politiknya yang tidak jelas. Kacau !

Merupakan suatu fenomena yang menggambarkan negara ini berada di dalam ketidak pastian karena para tokoh elitnya hanya mengemas kepentingan kelompoknya. Dan agama yang semestinya menjadi payung peneduh dan filter permasalahan justru menjadi kendali politik amatiran yang tidak sedap. Nah yang menjadi pertanyaan, peradapan bangsa ini mau dibawa ke mana ?

Informasi semakin kacau dengan kebebasan yang tak terbatas dan akses informasi bagaikan kran yang bocor mengalir ke mana-mana. Bagaimana tidak ! Jika masyarakat menjadi komoditi pelaku-pelaku jurnalisme warga.

Nah bagaimana dengan kemerdekaan pers dan hak publik atas informasi yang merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Dalam menegakkan kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik atas informasi yang wajib mematuhi landasan yang semestinya contoh sebagai berikut :

-Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
-Jurnalis selalu menguji informasi dan hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.
-Jurnalis tidak mencampuradukkan fakta dan opini.
-Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang berkaitan dengan kepentingan publik.
-Jurnalis memberikan tempat bagi pihak yang tidak memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menyuarakan pendapat mereka.
-Jurnalis mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan, pemberitaan serta kritik dan komentar.
-Jurnalis menolak segala bentuk campur tangan pihak manapun yang menghambat kebebasan pers dan independensi ruang berita.
-Jurnalis menghindari konflik kepentingan.
-Jurnalis menolak segala bentuk suap.
-Jurnalis menggunakan cara yang etis dan profesional untuk memperoleh berita, gambar, dan dokumen.
-Jurnalis segera meralat atau mencabut berita yang diketahuinya keliru atau tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada publik.
-Jurnalis melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.
-Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.
-Jurnalis tidak menjiplak.
-Jurnalis menolak praktik-praktik pelanggaran etika oleh jurnalis lainnya.
-Jurnalis menolak kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, jenis kelamin, orientasi seksual, bahasa, agama, pandangan politik, orang berkebutuhan khusus atau latar belakang sosial lainnya.
-Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberikan informasi latar belakang, off the record, dan embargo.
-Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku serta korban tindak pidana di bawah umur.
-Jurnalis menghormati privasi, kecuali untuk kepentingan publik.
-Jurnalis tidak menyajikan berita atau karya jurnalistik dengan mengumbar kecabulan, kekejaman, kekerasan fisik dan psikologis serta kejahatan seksual.
-Jurnalis menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tidak beritikad buruk, menghindari fitnah, pencemaran nama dan pembunuhan karakter.

Inilah fenomena yang terjadi, inilah fenomena yang ada yang harus kita terima. Dengan kebebasan pers yang semakin bebas dan bebas walau harus menodai nilai-nilai kode etik yang ada.

MAHASISWA DAN KIPRAHNYA

Bagaimana orang tua harus menyikapi perjalanan hidup seorang anak dalam menjalankan tugas sebagai mahasiswa.
Ya sudah semestinya sebagai orang tua harus bertanggung jawab, secara moril dan materiil dan lagi hidup jauh dari keluarga. Namun, sebaliknya anak harus juga tahu bagaimana cara untuk hidup mandiri, yang segala sesuatunya harus ditanggung sendiri. Mualai dari mengatur keluar masuknya uang dan juga etika, kebersihan, pergaulan. Ini peran pokok yang harus disikapi dengan baik.
Memang bagi anak hidup di lingkungan perkulihan sering mendapat godaan hal penggunaan uang. Karena harus mengikuti arus prilaku anak muda. Dan lagi hidup di lingkungan perkampungan anak kos. Nah, kalau tidak hati-hati cara mengelola keuangan saku bulanan. Wah ! Akan habis sebelum waktunya.

“Sekarang Din ! Pernah uang kamu habis sebelum waktunya, toh tiap bulan kamu sudah mendapat jatah rutin uang saku bulanan, jika terjadi apakah kamu akan membiarkan perutmu kelaparan karena tidak makan ?” tanyaku, pas kebetulan aku datang ke tempat kos anakku Dinar di daerah Ketintang Surabaya.
“Ya nggak dong, Yah !” jawab Dinar manja.
“Dan kamu juga harus mengerti fungsi uang dalam hal pengeluaran mulai sekarang.Tujuannya apa, agar nanti saat kamu terjun ke dunia kerja dan hidup mandiri, kamu sudah siap cara mengoptimalkan fungsi uang. Sebab untuk melakukan budgeting tentang mana yang perlu kamu beli dan mana yang tidak perlu dibeli. Contoh membuat list rincian biaya, pisahkan yang menjadi kebutuhan pokok dan tidak. Buku, alat tulis, kos-kosan, mie intan, uang transport tentu perlu kamu masukkan dalam list pengeluaran pokok yang tidak bisa diganggu-gugat. Jangan sampai kamu menukar posisinya dengan membeli barang-baraag yang tidak perlu.” tanyaku lagi supaya lebih melengkapi, seraya kubelai rambutnya yang panjang. Jelas sebagai orang tua sebenarnya tidak tega jauh dengan anak.

Ya memang biaya kuliah jangan kalian anggap enteng zaman sekarang, mahal ! Maka dari itu sebagai mahasiswa harus sungguh-sungguh dan rajin mengikuti pelajaran yang disanpaikan para dosennya. Jangan sampai tidak tepat waktu, sebab mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu, percayalah pasti harus menambah semester dan dampaknya harus mengeluarkan biaya uang kuliah lagi. Namun itu nggak masalah, kalau bisa membayar dengan uangnya sendiri. Alias kuliah sambil bekerja, jadi tidak mengandalkan orang tua. Maka dari itu yang perlu kalian ingat, bila sampai tidak lulus, semakin banyak uang yang akan keluar.

Ingat perjuangan semasa kuliah yang perlu kalian ingat, sebenarnya apa alasan kalian kuliah ? Terpaksa karena tuntutan atau ambisi orangtua, mencari ilmu  pengalaman baru, supaya cepat dapat pekerjaan atau cuma ikut-ikut teman ? Apapun alasannya, namun yang pasti sebenarnya terselip tujuan besar kalian menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Perjuangan yang membutuhkan waktu, pikiran dan tenaga yang bertahun-tahun kuliah, tentu sudah banyak pengorbanan yang sudah kaluan tempuh. Bayangkan setiap hari harus mengikuti kelas, mengerjakan tugas segunung, diomeli dosen, magang, dan KKN. Tidak sedikit tenaga, pikiran dan dana yang telah kalian keluarkan sampai saat ini.

Setiap mahasiswa pasti ingin segera lulus kuliah atau wisuda. Pada umumnya mahasiswa ingin segera mengakhiri masa kuliah tepat waktu, bahkan kalau bisa lebih cepat. Namun ada beberapa mahasiswa yang berpikiran untuk menunda kelulusan karena kesibukan lain, atau malah sibuk main-main alias senang demo yang tujuannya tidak jelas.
Nah, bagaimana ? Kuliah akan sia-sia atau harus drop out ! Atau juga menjadi mahasiswa permanen dan menjadi mahasiswsa abadi ??

REMBUK WARGA

Rembuk Warga merupakan suatu program aktif dan pokok GKJW. Disinilah  warga jemaat menerima undangan untuk saling menyampaikan “unek-unek”, aspirasi dan gagasan yang tersimpan. Jangan jadikan kesempatan yang baik ini sebagai “rasan-rasan” sesama warga karena enggan menyalurkan aspirasinya.  Juga disamping itu rembuk warga merupakan bentuk aspirasi warga yang sangat prospektif juga sebagai momentum gereja, di mana program PKT yang tiap tahun harus dibuat. Bagaimana seandainya tidak ada rembuk warga ? Ya bisa juga dikatakan PKT yang terbentuk hanya sekedar abal-abal, juga GKJW yang katanya berpijak dan berpedoman pada karya gerakan warga, hanya yang sekedar tercipta sebagai gerakan para pejabat semata.

Kata-kata “rembug warga” menunjuk kepada hakekat dari pertemuan,  perembugan, musyawarah dan rapat warga suatu Jemaat, yaitu menghimpun saran, pendapat, nasehat dan gagasan warga untuk lebih memajukan Jemaat dalam memenuhi panggilannya dan dalam menjalankan Kegiatan Pelayanannya.

Namun semua ini membutuhkan pola pikir yang sangat dalam dan paling tidak harus dikelola oleh para pengampu yang punya kepedulian penuh integritas tinggi. Supaya program yang keluar dari aspirasi warga bisa tersalurkan secara mendasar dan transparan. Tidak hanya sebagai catatan kusam dan terbuang.
Tetapi hal yang lebih penting menjadi pertanyaan untuk mencari rekam jejak, sejauh mana para pengampu mau untuk mengevaluasi program yang dulu pernah dibuat bersama dalam rembuk warga.  Tak lain biar warga tahu, sudah banyak yang terealisasikah atau hanya sekedar sebagai hiasan catatan di buku tebal saja. Namun menurut pengamatan penulis, dalam hal ini tidak pernah terdengar, jadi hasil dari rembuk warga hanya berkutat dari usulan itu ke itu saja.
Sudah seperti biasanya warga akan disuguhi program yang baru. Dengan kata lain, program yang baru ini semoga tidak tumpang tindih dengan program yang lama dan biar tidak terasa monoton.

Sementara kita akui dengan niat jujur dan obyektif, bahwa perkembangan GKJW dengan tumbuh kembangnya sangat begitu pesat sekarang ini, yang patut kita banggakan. Nah semua ini tak lain atas campur tangan Tuhan yang selalu hadir dan juga kepedulian kita bersama.
Namun bisa menjadi catatan sendiri, bila semua ini tanpa kita temukan makna spiritualitasnya, juga seperti tidak akan berarti.
Kini dengan seiringnya waktu perkembangan yang sangat begitu pesat juga dilandasi pembangunan yang terus menerus merupakan suatu keinginan tekat bersama, bahwa kita mampu dan kita bangga punya Tuhan Yesus yang senantiasa menolong kita.

POLITIK KEBAJIKAN

Jalan Tunjungan belakangan ini menjadi tempat pertemuan komunitas dadakan sebab keberadaannya hanya tiap hari Sabtu malam. Jadi sudah menjadi agenda rutin. Jalur pedestarian dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong. Memang kelihatannya tidak mengganggu kepentingan umun, namun kadang juga memenuhi ruas jalur pedestarian, ini yang kita sayangkan.

Biasanya mulai berkumpulnya sekitar 20.30 hingga dini hari. Lorong lokasinya mulai Jalan Basuki Rahmad sampai Jalan Tunjungan. Wah, memang sangat mengasyikkan cangkruk sambil diskusi, tentu diskusi yang bermutu pada konteksnya saat ini.

Kebetulan saat ini sedang mengulas tentang politik kebajikan yang sudah mulai ternoda oleh isu-isu yang tidak jelas, rasa toleransi sudah mulai tergerus dengan munculnya para politisi amatiran yang saling mengaktualisasi diri bagai badut-badut politik yang mencari sensasi.

Dengan seteguk kopi hangat menambah suasana menjadi “sumringah” dalam mengemas makna dari politik kebajikan yang diulas malam itu.
Memang Politik Kebajikan dipahami sebagai tindakan yang menjunjung nilai-nilai moral, seperti: kebebasan, keberanian, keadilan, ketulusan, keteladanan, kebenaran, kejujuran, kesederhanaan, dan sejenisnya. Kebajikan politik adalah upaya berpolitik berbasis moralitas itu.

Politik berbasis kebajikan (virtue) disuarakan oleh filsuf dan pemikir seperti Plato dan Aristoteles, politik yang diwacanakan dalam dunia ide dan sebagai harapan ideal.
Di sisi lain, terdapat kenyataan politik, sebagai upaya meraih kekuasaan. Dalam wilayah ini politik adalah tujuan, hasrat, atau ambisi, untuk menang. Dalam dunia real ini politik dikenal sebagai penggunaan segala cara dan menghalalkan semua upaya, termasuk mengabaikan moralitas, fokus pada kepentingan kelompok atau keuntungan  pribadi.

Semakin malam tambah seru dan mantap. Tidak rugi kita “melek sampek bengi” namun bersinergi. Hingga tak terasa waktu sudah mendekati pagi seraya kami menyeruput sisa kopi yang sudah dingin. (Goresan kenangan satu tahun yg lalu)

BEAUTIFUL LIFE

Sexy women are always synonymous with thick lips, filled, chapped and red. If Loopers really want to have sexy Angelina Jolie-style lips, that’s a Hollywood actress who is famous for her sexy lips. Sure right?
does have beautiful, soft, healthy and naturally pink lips that every woman desires. Various treatments in the beauty salon are available to realize the dream’s lips.
but many of these treatments are unnatural and are only temporary, whereas, you can do self-care at home that is safer and long-lasting. How have you tried ..

INFLUENCER

Influencers are like all of you on social media, of course, who have a large number of followers and have a strong influence on their followers. Usually these influencers are artists, celebrities, or YouTubers, but you can too!

Influencer social media is now a new profession that is much in demand by millennials. Of course, the focus is always on running your passion in the field you want. Because being an influencer social media is also a very difficult but very profitable job.

examples such as Denny Siregar, for social media enthusiast clearly know who he is. Indeed he is no stranger to our ears. As one of the political influencers on the rise, he is very brave to speak with his writings that are very tickling. who knows where he got this accurate and courageous news source from. Indeed, in the recent Denny Siregar blog, he is more likely to talk about political figures and the chaotic political world. He packed his writings very neat and easy to read.

indeed influencers have the potential to get free products, free walks, even become famous, inspire and easily get everything you want. it works casually, but what is important for you to do is intention, there is also pure love from your heart. Don’t force yourself to be someone else. You may seek references from other people as inspiration, but the principle of self is still presented as yourself.

learn to create interesting, enjoyable and creative content for others / followers. Because the strength of an influencer is its social media content. For example, you should create original, creative and interesting content. besides that, content must also have an inspiring and useful side. So, don’t just want social climbing. Why, the content that you share is also a capital and a picture of yourself. Through this content, you can easily promote something special about yourself. then, make content that is truly unique from your own work. How, are you interested in becoming an Influencer? The decision is only in your hands ..