PRAKTEK PROSTITUSI DAN EKSPLOITASI ANAK.

Dengan terungkapnya praktik prostitusi dan eksploitasi anak di Apartemen Kalibata City. Seperti yang diungkap Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Arist Merdeka Sirait di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu 29 Januari 2020.

Kita juga ikut bersyukur dengan terungkapnya kasus ini, semoga bisa menjadi pelajaran bagi orang tua tidak hanya sibuk bekerja tanpa mengontrol anak, sedang apa mereka. Dan di sisi lain anak dibiarkan bermain secara online lewat gatgetnya. Ini awal dari permasalahan.

Memang kejahatan seperti ini merupakan bentuk dari kejahatan seksual yang senantiasa berkelompok yang terkordinir pada tempat yang tersembunyi. Lewat media online tempat yang sangat aman dalam menjalankan tugasnya. Inilah fenomena yang sangat menakutkan di tengah masyarakat.

Para pelaku dengan cara yang populer yaitu dengan mengeksploitasi anak, memanfaatkan anak-anak tersebut karena mereka tahu anak-anak tidak boleh dihukum lebih dari 10 tahun. “Ini modus baru yang harus dibongkar, itu berarti ada jaringan di situ,
sepanjang 2020 sudah ada tiga kasus perdagangan manusia dengan tujuan seksual komersial terhadap anak dengan pendekatan prostitusi online,” kata Ariest lagi sangat antusias.

Dan kata dia memang sebenarnya di Apartemen Kalibata itu bukan baru, sudah ramai. Di Polda Metro sering kali mengamankan itu. Maka dari itu Arist mengajak semua pihak termasuk masyarakat dan Kepolisian untuk bersama-sama memerangi kejahatan perdagangan orang dengan eksploitasi anak untuk tujuan seksual komersial secara online. Nah, mari kita yang merasa peduli ikut mendukung tindakan ini. Selamat buat bung Arist Merdeka Sirait dan aparat Polisi yang ikut bekerja keras memberantas tindakan maksiat ini.

2 tanggapan untuk “PRAKTEK PROSTITUSI DAN EKSPLOITASI ANAK.

  1. Yang paling disayangkan dari berita ini adalah bahwa anak-anak digunakan dalam pelacuran. Mudah menjangkau mereka karena mereka rentan. Tetapi yang lebih bertanggung jawab adalah orang tua. Sebaliknya, panggilan bangun harus ditimpakan pada mereka. Semoga polisi terus bertindak. Ini adalah berita sedih tetapi perlu untuk menyebarkannya sehingga diketahui apa yang terjadi dengan anak-anak.

    Suka

Tinggalkan komentar