TEGANYA “KAMU”

Siang tadi, 27/3/2020. Pas kebetulan aku lewat di Perumahan Bukit Dieng, Kecamatan Sukun Malang, aku sempat terkejut ! Kok banyak warga pada kumpul. “Ada apa yang terjadi Buk ?” Aku nyobak bertanya pada seorang ibu yang wajahnya kelihatan agak gugup dan seraya tangannya menunjukkan ke arah bungkusan tas kresek berwarna biru.

Oh, ternyata bayi mungil berjenis kelamin perempuan, diduga dibuang ibunya yang sangat tega sekali. Terlihat dengan jelas tubuhnya yang masih merah, lengkap dengan ari-ari dibalut jaket hoodie berwarna merah.
“Masih merah, itu umurnya diperkirakan masih jam-jaman,” ujar Kapolsek Sukun, AKP Suyoto yang ikut datang keTKP.

Awalnya seorang pemulung pas lewat di situ tau ada kejadian seperti itu ia akhirnya melapor kepada, Ketua RT 07 Kelurahan Pisang Candi Armiyanto dan Kwantari, Satpam perumahan. TIDAK banyak pikir kedua saksi itu lantas mendatangi lokasi dan menemukan bayi lucu tersebut. Tidak ada tanda-tanda orang mencurigakan atau pesan tertulis pada si pembuang bayi.

Akhirnya dengan inisiatif kedua saksi itu membawa bayi itu ke Bidan Ati Purwatingningsih (ibu Bhayangkari Polsek Sukun), Jl Bukit Dieng Kecamatan Sukun Kota Malang. Setibanya di sana, bayi tersebut langsung mendapatkan perawatan.
“Waktu ditemukan bayi berjenis perempuan masih ada ari-arinya kondisi masih hidup dan kondisi sehat,” kata Suyoto salah satu dari ke dua saksi itu.

Akhirnya bayi tersebut dirawat di rumah bidan tersebut. Sementara dari pihak kepolisian masih menyelidiki siapa dan apa motif pembuang bayi tersebut.
“Di sekitar TKP banyak terdapat rumah kontrakan, rumah kos kosan. Kami akan berangkat dari observasi ini,” tandasnya.

Dari kejadian ini aku bisa merasakan, begitu kejamnya seorang ibu membuang darah dagingnya sendiri. Miris hatiku melihatnya ada orang tua tega-teganya “membuang” bayinya begitu saja.
Si Bayi yang merasa kedinginan mengggerakkan kedua kakinya seperti meronta, oh kasihan sekali dan kejamnya kamu !!

Tinggalkan komentar