
Buku berjudul The Leadership Challenge karya James Kouzes dan Barry Z. Posner.
Termasuk salah satu buku yang ada dan ikut tertata rapi di tumpukan buku yang ada di etalase ruang kerja Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) Prof Dr Ir Achmad Jazidie MEng di UNUSA Kampus B. ’’Ini bagus isi bukunya,’’ tuturnya sambil menunjukkan buku berjudul The Leadership Challenge karya James Kouzes dan Barry Z. Posner pada para siswanya.
’’Terlebih, saya sekarang pemimpin suatu institusi, jadi pasti dihadapkan pada problem pengambilan keputusan. Buku memberi saya banyak pelajaran mengenai itu,’’ katanya lagi pria kelahiran Gresik itu. Dan disamping itu dia juga menunjukkan buku-buku yang lain, seperti beberapa penulis buku favoritnya. Di antaranya, Umberto Eco, Dan Brown, dan Eiji Yoshikawa. Jazidie juga sesekali menceritakan isi buku miliknya. Misalnya, The Name of Rose karangan Umberto Eco. ’’Buku itu bercerita banyak tentang perkembangan ilmu pengetahuan,’’ imbuh katanya kakek tiga cucu tersebut.
Dengan usia yang sudah menginjak 60 tahun itu masih sangat gemar membaca.Terutama bacaan yang berhubungan dengan dilema kemanusiaan. Misalnya, cerita tentang pengambilan keputusan seorang pemimpin, filsafat, dan sejarah. Buku-buku tersebut memberikan banyak inspirasi dan pelajaran. Menurut dia, pelajaran di buku kadang tidak didapatkan di luar.
Selain buku bacaan ringan, dia terus membaca buku yang berkaitan dengan latar belakang keilmuannya. Yakni, teknik elektro. Dia pun menganggap akademisi harus selalu update dengan ilmu yang dimiliki.
Disamping itu dengan kesibukannya sebagai seorang pengajar Jazidie masih sempatkan waktu untuk membaca. Misalnya, dalam perjalanan ke luar kota atau saat liburan. Dia pun berusaha menghabiskan bacaannya pada waktu-waktu tersebut. Meski tidak ada target tertentu untuk saat ini. Selain itu, dia lebih senang membaca buku versi hardcopy. ’’Lebih nyaman dibaca karena mata saya juga sudah mata tua,’’ ungkap alumnus Teknik Elektro ITS itu.
Selain membaca, Jazidie sangat suka dengan musik. Dia pun kerap mengisi waktu dengan mendengarkan musik atau bernyanyi. Ayah tiga anak itu mengaku suka hampir semua jenis musik. Bagi dia, musik sangat tepat untuk mengubah suasana yang tegang dan kaku menjadi sangat cair serta bahagia. ’’Beliau biasanya nyumbang suara kalau ada acara-acara kampus,’’ tutur Humas UNUSA Rudi Umar Susanto.








