KUTOREHKAN SEGENGGAM RASA.

Hotel Puri Asri Magelang membuatku sampai sekarang ini trenyuh, ada sesuatu yang tidak bisa aku lupakan. Dan aku bisa menginap di hotel yang megah ini karena seorang teman wanita yang sangat baik hati, Winda nama wanita itu, dia seorang pramuwisata yang telah memberiku tiket dua hari nginap di hotel ini.

“Di mana kamu sekarang Win ? Aku rindu candamu dan senyummu yang manis menorehkan hati ini untuk tidak bisa melupakanmu. Ya mungkin aku yang terlalu egois dan apatis ini membuatmu pada saat itu pasif padaku. Yah, maafkan aku ya Win, kini hanya tinggal kenangan yang aku selipkan di relung hati ini”

Hotel Puri Asri yang berlokasi di pusat Kota Magelang. Pada saat aku tiba di hotel berbintang lima ini sekitar pukul tujuh malam, cukup terlambat dari waktu check-in. Sebab, sebelumnya aku datang dari Yogyakarta dan sempat mampir ke Candi Borobudur.

Aku disambut bangunan lobi yang megah di depan hotel. Setelah mendapat kamar, seorang bellboy menaiki sepeda motor untuk menunjukkan jalan. Saya terkejut, ternyata kamar-kamar di Hotel Puri Asri terletak di bawah, tepatnya berada di sisi bukit yang menghadap Sungai Progo, seraya aku meluncur.

Hanya beberapa menit sudah sampai, sebuah kamar Executive dengan single bed mengundang hasrat untuk segera leyeh-leyeh, sementara di sebelah terdapat family room yang terdiri dari dua kamar dan ruang tamu yang luas.

Aku ingin segera menonton televisi saat melihat LCD TV yang menghiasi dinding kamar–sudah lama rasanya tak menonton televisi karena seringnya aku berpetualang. Namun, hal pertama yang biasa saya lakukan saat masuk kamar hotel adalah mengecek kamar mandi. Ada bathtub-nya! Saya pun langsung menyalakan air hangat dan berendam. Malamnya saya terlelap dengan nyaman. Lupa menonton televisi.

Paginya, saat duduk santai di teras kamar, saya terkagum-kagum dengan panorama sekitar. Dari balik pepohonan yang rimbun terlihat Gunung Sumbing yang perkasa, beserta deretan rumah di kaki gunungnya. Tak hanya itu, aku  terkejut menyaksikan seekor Burung bangau yang bertengger di dahan yang sangat tinggi. Aku baru tahu kalau burung banco bisa terbang setinggi itu. Sayangnya, tak sempat aku potret. Burung itu tinggal di area hotel ini dan dilindungi. Sambil menikmati segarnya udara Magelang sambil menyesap kopi nikmat rasanya

Hm, ternyata sarapan yang ditawarkan hotel yang memiliki 193 kamar ini sangat beragam, mulai dari makanan khas Indonesia hingga western. Aku langsung mengambil sepiring nasi pecel yang sangat nikmat, juga dengan berbagai lauk, dan jus jeruk.

Sambil aku menikmati sarapan ditemani pemandangan Gunung Sumbing dan sawah yang menghijau. Segar !
Usai sarapan, aku kembali ke kamar dan menelepon operator untuk memanggil shuttle car. Kabarnya, Hotel Puri Asri menawarkan beragam aktivitas yang sangat menarik dan membuat tamunya enggan beranjak dari hotel. Mobil yang ditunggu pun datang, petugas hotel nan ramah mempersilakan kami naik. Pusat aktivitas berada di bagian paling bawah, melewati gedung pertemuan yang dapat disewa, lalu kolam renang, dan laguna yang dipenuhi Bunga Teratai.

Di sinilah aku jadi ingat kamu, sebaik itu kamu Win. Sayang kamu tidak ikut menikmati suasana indah ini denganku. Yah mungkin kamu menyadari pribadinya dan karakter kemauanku, ya nggak papa Winda, suatu saat kita pasti ketemu lagi.
(Kenangan dua bulan yang lalu tak mungkin aku lupakan)

SINGLE MOM

A single woman who lives in solitude and only lives with children without a husband. A single woman can have sole custody of the child or joint physical custody, where the child lives part time with each parent

Being a single mother is not easy. Need to need strength, a single resilience, because it must indirectly be able to support the family environment. This is where it is required to be able to be a mother and father in a household dipper. Very unimaginable, yeah gues!

Divorce and death a beginning of the formation of a person has the title as a single mom, of course will surely experience a phase of life that changes. If you are still with your husband everything is usually done together, now it must be handled alone. But for the sake of the children, surely this mother will try her best. After becoming a single parent, the mother will find many things about herself, also must be able to become an independent and achiever, can run a household, have their own salary, take care of children very well. Children will become more responsible and empathetic.

Like what happened to a beautiful woman I had met in one of the places where she worked. As Secretary of the Print Media Editor in the city of Surabaya. This task that cannot be taken lightly, Ririn must be strong in fighting for her household life and also at work, because this is her primary source of life.

Ririn works as the Editor-in-Chief who every day Ririn has to arrange and arrange invitations from agencies, companies or institutions related to reporting. It should also always contact news sources or agencies to confirm, or cancel invitations, interviews, and work visits. And must record,
keep copies of press cards and photos to support the work needs of journalists in covering an event that requires making identification such as preparing editorial work equipment such as tapes, batteries, tapes, stationery, and note books.
Arranging editorial financial needs: travel money, pocket money, meeting money.
Arranging editorial meeting schedules: planning meetings, cheking meetings, final meetings.
This is Ririn’s work every day, except on Sundays he uses rest to let go of fatigue. Poor young beautiful mother.

“This is why, it is important for a woman not to dissolve in sadness. Moving and building yourself is more important than continuing to think of a broken household. Besides, how busy a single mother is, she must still take time to pay attention to her child. It’s not easy just live it, but with patience and sincere intention, believe everything will be okay, Rin? ” I said, Ririn just kept her head down.
“Oh, yes you are still young. Do you have no interest in remarrying?” I asked. Ririn looked at me, maybe something would be answered.

“In this case, I have to keep the feelings of the child. As a single parent, I have to be careful when entering new people in my life. Yes, it might be fun to find a father figure for a child, but it’s not that easy!” Ririn answered enthusiastically.
I’m just silent, just feeling sorry and sorry. Break time is over Ririn must return to her office. And I have to finish this encounter as I pay for the food we have eaten together, the Lamongan Cak Mamat chicken soup is delicious.

NURUL AND PHOTOGRAPHY

The profession as a photographer is indeed a choice, for people who love and love this field. But the first thing to work in this field is not just hobbies, but must also be a real profession. Considering this work is not easy, it must require a lot of willingness and cost. What’s more as a professional and reliable photographer must have good equipment. There are various kinds of cameras, from cheap to expensive. Based on experience, the price of a camera will not be far from quality. The more expensive a camera, the higher the quality it can produce.

The important task of a photographer is to take pictures of certain events or objects in accordance with the news that will be written by written reporters, the purpose of which is to complete news articles into the realm of publish. This is the form of a suitable partner between the photographer and written reporter / reporter.
If the task of a journalist is to write a journalistic work in the form of a news article, opinion, or feature, then the photographer produces a journalistic photo.
The photographer conveys information or messages through the pictures he takes. Journalistic photo functions include informing / convincing, convincing / persuade and entertaining.

Well, I’ll try to ask a female photographer who is releasing her fatigue, sitting on the foyer next to the lobby of the theater. Maybe he finished his job. The woman is my stare and invited me to sit. I glanced at his face, he replied with his sweet smile, as he invited me to sit. From this meeting I finally learned, this woman’s name is Nurul and works as a photography in a newspaper / print media.

“Then how long have you been in this photography work, Rul?” I asked, curious about Nurul.
“Yes, it’s been quite a while!” he replied spoiled childish.
“Hem, oh yes Rul. Indeed, in the midst of the masculinity of photography, women who work on transforming objects into photographic subjects, it is not easy. For example, you can see as a female photographer who dares to be frank, making stigma only into camera objects. be the first step on how women can become important intellectual actors in the world of photography like you. “
“Yes, that’s how it is, Mas! This is the life of a woman photographer like me, there are advantages to the disadvantages.”
“Female photographers continue to explore and develop to advance the existence of one of the fields of journalism, namely photography. Because one form of manifestation of gender equality is the freedom of women to choose their life preferences.” I said ending, because I had to continue with another task. Just a short sentence that I convey to end this encounter with the beautiful female photographer Nurul.

BURAMNYA KEADILAN

Politik negeri ini masih tidak beranjak dari urusan kekuasaan semata. Perebutan jabatan serta kursi kepemimpinan tetap mengemuka, sedangkan politik gagasan dan kerakyatan makin terpinggirkan. Praktik politik semacam itu tidak terkecuali terjadi di tubuh partai politik.

Padahal, kehidupan partai merupakan entitas politik untuk mengartikulasikan kepentingan rakyat. Kehadiran partai politik menjadi elemen yang sangat menentukan terhadap penyelenggaraan negara untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang prorakyat.

Proses pilkada serentak di Indonesia tampaknya memunculkan konflik di tubuh sejumlah partai politik. Dan lagi-lagi mahar politik dengan nilai besar mengemuka.

Fakta-fakta itu sebetulnya merupakan penegasan bahwa pelaku politik transaksional masih leluasa beraksi di negeri ini, bebas membajak demokrasi untuk kepentingan elite dan kroni mereka semata. Inilah ancaman nyata bagi demokrasi, saat uang menjadi penentu utama dalam proses kepemimpinan.

Dengan pola rekrutmen yang berfondasi pada akar transaksional tersebut, hampir pasti para calon kepala daerah ketika terpilih nanti tidak akan mementingkan masyarakat yang sudah memilih mereka. Sebaliknya, mereka akan mengupayakan berbagai cara untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkannya lewat, apalagi kalau bukan korupsi.

Ini semestinya diperlakukan sebagai perilaku politik menyimpang yang seharusnya dengan tegas diberantas. Badan Pengawas Pemilu mestinya proaktif untuk mengusut pidana pemilu ini. Apalagi UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang
Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menegaskan mahar politik dilarang.

Undang-undang tersebut juga membubuhkan sanksi tegas bagi pelaku praktik uang mahar. Dalam Pasal 47 UU disebutkan tiga bentuk sanksi. Pertama, jika terbukti dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, parpol yang bersangkutan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya di daerah yang sama.

Kedua, terkait dengan pembayaran mahar atau imbalan tersebut, KPU dapat membatalkan penetapan calon kepala daerah. Ketiga, parpol atau gabungan parpol yang terbukti menerima imbalan atau mahar akan didenda 10 kali lipat dari nilai imbalan yang diterima.

Jika perilaku langsung praktik mahar politik tidak dituntaskan dan tidak masuk proses hukum, demokrasi transaksional yang mendominasi. Sebaliknya, politik gagasan lama-kelamaan punah. Selain itu, kontestasi politik sekadar menjadi ajang untuk melahirkan para koruptor.

Kita sebagai masyarakat bisa menilai makna dari politik transaksional yang sekarang sedang marak. Nah apakah kita hanya sekedar tahu tapi membisu atau kita lebih kritis mengoyak persoalan itu ?

DESTINASI YANG NYAMAN MENGHILANGKAN RASA GALAU

Kesempatan aku berada di Malang, ada sesuatu destinasi yang sangat sejuk dan nyaman membuat aku jadi penasaran untuk datang ke sana. Yaitu suatu tempat destinasi di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen. Yaitu Boon Pring Andeman, yang artinya suatu tempat destinasi hutan bambu yang sejuk. Luas hutan bambu ini sekitar kurang lebih 24 hektare, wah sangat cocok untuk wisata alam bersama keluarga.

Rerimbunan daun bambu yang lebat membuat suasana adem dan nyaman Rimbun tapi tidak menakutkan. Dan yang lebih menarik di sana, setidaknya ada 25 varietas bambu, mulai dari jenis petung, apus, tutul, kuning, pagar, amplex, dan banyak lagi. Sebagai referensi tambahan, ternyata jenis bambu itu bermacam-macam ya ?

Juga di sana disediakan kolam renang buatan. Tempat dan lokasinya sangat kerenlah, tentu kalian tidak kapok untuk datang lagi ke sana. Banyak orang yang menyebutnya sangat instagrammable.
Bagai kalian yang sedang galau datanglah ke sana pasti terhibur dengan suasana yang sangat menyenangkan ini.
Hayo siapa mau ke sana ?

DWI.BI: DAMPAK DARI INFORMASI MEDIA

Di era informasi ini membuat hati jenuh dan rasanya ada yang tidak nyaman. Dengan mudah orang mengkonsumsi media masa, dengan seenaknya menulis berita, tentu berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya. Selain sudah menyimpang nilai-nilai kode etik jurnalistik yang ada juga berita hoax yang lebih mengerikan. Belum lagi peran para elit politik yang sebenarnya menjadi peneduh suasana masyarakat malah semakin membuat manufer-manufer politiknya yang tidak jelas. Kacau !

Merupakan suatu fenomena yang menggambarkan negara ini berada di dalam ketidak pastian karena para tokoh elitnya hanya mengemas kepentingan kelompoknya. Dan agama yang semestinya menjadi payung peneduh dan filter permasalahan justru menjadi kendali politik amatiran yang tidak sedap. Nah yang menjadi pertanyaan, peradapan bangsa ini mau dibawa ke mana ?

Informasi semakin kacau dengan kebebasan yang tak terbatas dan akses informasi bagaikan kran yang bocor mengalir ke mana-mana. Bagaimana tidak ! Jika masyarakat menjadi komoditi pelaku-pelaku jurnalisme warga.

Nah bagaimana dengan kemerdekaan pers dan hak publik atas informasi yang merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia. Dalam menegakkan kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik atas informasi yang wajib mematuhi landasan yang semestinya contoh sebagai berikut :

-Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
-Jurnalis selalu menguji informasi dan hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.
-Jurnalis tidak mencampuradukkan fakta dan opini.
-Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang berkaitan dengan kepentingan publik.
-Jurnalis memberikan tempat bagi pihak yang tidak memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menyuarakan pendapat mereka.
-Jurnalis mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan dan keberimbangan dalam peliputan, pemberitaan serta kritik dan komentar.
-Jurnalis menolak segala bentuk campur tangan pihak manapun yang menghambat kebebasan pers dan independensi ruang berita.
-Jurnalis menghindari konflik kepentingan.
-Jurnalis menolak segala bentuk suap.
-Jurnalis menggunakan cara yang etis dan profesional untuk memperoleh berita, gambar, dan dokumen.
-Jurnalis segera meralat atau mencabut berita yang diketahuinya keliru atau tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada publik.
-Jurnalis melayani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.
-Jurnalis tidak memanfaatkan posisi dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi.
-Jurnalis tidak menjiplak.
-Jurnalis menolak praktik-praktik pelanggaran etika oleh jurnalis lainnya.
-Jurnalis menolak kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, jenis kelamin, orientasi seksual, bahasa, agama, pandangan politik, orang berkebutuhan khusus atau latar belakang sosial lainnya.
-Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberikan informasi latar belakang, off the record, dan embargo.
-Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku serta korban tindak pidana di bawah umur.
-Jurnalis menghormati privasi, kecuali untuk kepentingan publik.
-Jurnalis tidak menyajikan berita atau karya jurnalistik dengan mengumbar kecabulan, kekejaman, kekerasan fisik dan psikologis serta kejahatan seksual.
-Jurnalis menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tidak beritikad buruk, menghindari fitnah, pencemaran nama dan pembunuhan karakter.

Inilah fenomena yang terjadi, inilah fenomena yang ada yang harus kita terima. Dengan kebebasan pers yang semakin bebas dan bebas walau harus menodai nilai-nilai kode etik yang ada.

WOMEN’S DAY

International Women’s Day atau Hari Perempuan Internasional dirayakan setiap 8 Maret. Pada bulan ini ditujukan untuk kesetaraan gender, kesadaran yang lebih besar tentang adanya diskriminasi.
Nah belakangan ini yang sering terjadi adanya kekerasan digital marak di media sosial khususnya kaum perempuan. Biasanya dilakukan dengan cara, penyebaran foto, video juga screenshot curhatan dan bisa juga bisa dokumen pribadi tanpa izin.
Sebagai kaum perempuan lebih hati-hati dalam menyikapi persoalan. Sebab ketika anda sedang atau belum menjadi korban kekerasan digital, lebih dulu jaga sikap mental yaitu tegur secara langsung si pelaku, sebab anda punya hak dan otoritas. Memang anda tidak salah dan boleh anda speak up, bahwa anda tidak mau diperlakukan seperti itu. Dan anda punya juga hak untuk menjaga diri, dan orang lain nggak punya hak untuk menggangguku dan melarangnya entah secara psikis dan fisik.

Biasnya cara untuk membentengi diri terhadap kekerasan, yaitu harus mempunyai lebih dulu kesadaran digital security ini yang paling penting. Bahkan ada orang yang nggak share di medsos juga bisa menjadi korban, yaitu dengan pencurian foto pribadi. Apa kalian juga pernah menjadi korban ? Nah maka dari itu anda harus belajar mulai dini untuk menciptakan ekosistem yang positif, contohnya jika anda menanam kebaikan di medsos dengan semua teman, tentu anda akan menuai kebaikan. Di sinilah yang menjadi dapur pikir kita khususnya perempuan. Bagaimana, selamat ya ?

AKAR RUMPUT DAN KERESAHANNYA MENJELANG PILKADA

Dalam perubahan tahun hingga ke akhir bulan dua ini, yang namanya percaturan dan kebohongan politik tak ada hentinya bergeming dan tidak bisa menjajikan bahwa suatu kebenaran berpolitik yang ada dan yang terjadi justru kebohongan/hoax terus menerus hampir tak ada hentinya di media sosial. Janji-janji kampanye  menjelang pilkada tak layaknya cerita fiktif. Mengapa ? Kebohongan karena terjadinya perseteruan politik antar kandidat calon pemimpin daerah, ya hanya sekedar menginginkan dan menguasai kekuasaan yang mutlak di badan pemerintahan kelak. Nah yang menjadi persoalan dampaknya dan mempengaruhi pada pikiran, prilaku dan karakter masyarakat dari akar rumput itu sendiri. Yang tadinya hidup saling rukun dan berdampingan, kini saling curiga mencurigai satu sama lain. Pintu saling hidup kebersamaan seakan sudah tertutup rapat.

Partai politik yang semestinya menjadi pengayom dan penyejuk permasalahan, justru menjadi dalang persoalan. Politik berbagi-bagi uang dan politik saling menebar janji-janji juga fitnah sudah menghiasi dari sudut pandang yang hampa. Suatu bentuk polarisasi seperti ini yang terus berkembang dan memicu pergerakan tumbuh kembangnya demokrasi kita di negeri ini.

Perseteruan politik inilah yang terus menjadi polemik, bermuara. Seakan sudah menjadi keputusan mutlak yang tak terbatasi untuk saling menghantam lawan yang tak sepaham. Lalu mau jadi apa negeri ini. Untuk saling menyadari persoalan ini, sangat membutuhkan waktu yang panjang. Tentu siapapun pemimpinnya. Kerinduan untuk mewujudkanan demokrasi yang arif dan bijaksana masih sangat jauh di sana…

DIGITAL VIOLENCE

The form of digital violence is now rife on social media, especially women. Usually it is done by means of distributing photos, videos and also screenshots of curhatan and can also be private documents without permission.

Now, as women be more careful in dealing with problems. Because when you are or have not been a victim of digital violence, first maintain a mental attitude that is to direct the offender directly, because you have rights and authority. Indeed you are not wrong and you may speak up, that you do not want to be treated like that. And you also have the right to look after yourself, and other people don’t have the right to disturb me and forbid it psychologically and physically.

The bias is the way to fortify oneself against violence, which must first have the most important awareness of digital security. There are even people who do not share on social media can also become victims, namely by theft of personal photos. Have you ever been a victim too? So therefore you must learn to start early to create a positive ecosystem, for example if you plant good in social media with all your friends, of course you will reap goodness.

WOMEN AND PATRIAKI CULTURE

Women are synonymous with tenderness and beauty. Many people assume identifying women with their physical form which is closely related to feminine, resilient and painstaking nature. In its journey to date, women always experience unique stories that cannot be passed through. Women with all the inherent traits faced with complex problems ranging from the colonial era to the era after this reform. If in the colonial era women were deliberately left behind in terms of educational intake, then in this reform era women also faced a situation of disadvantage in terms of opportunities and opportunities compared to men, even though this seemed a little latent and did not seem so in the colonial era. Women seem unfit as KONCO WINGKING (back person) What is your attitude toward this problem?

(Patriarchy is a social system that places men as the main authority and dominates in the roles of political leadership, moral authority, social rights and control of property. In the family domain, a figure called the father has authority over women, children and property )