JOGJA DARURAT KLITHIH

Kegagalan merupakan suatu cambuk dari kesuksesan, namun kegagalan yang ini lain ! Karena kegagalan para orang tua terlambat dalam mencegah, suatu perkumpulan anak-anak muda yang sudah terperosok ke dalam kelompok geng, nah dari sinilah istilah klithih ini yang sekarang menjadi viral. Lalu salah siapa kalau sudah begini.

Klithih merupakan salah satu fenomena sosial yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan daerah sekitarnya. Fenomena ini terjadi pada umumnya terhadap anak muda usia 14-19 tahun yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Kini yang terjadi kata klitih menjadi bahan pembicaraan, toh menurut cerita permasalahan ini asalnya hanya sepele, yaitu salah satu anggota ojek online yang jadi korban tawuran. Kenapa kata itu tidak menjadi bahan pembicaraan orang banyak sejak dua tahun yang lalu. Jangan salah, klitih tidak hanya marak di satu atau dua bulan terakhir saja. Kata “klitih” sudah kehilangan makna sebenarnya dan kini menjadi sebuah istilah yang menyeramkan. Dan kini meregenerasi pada anak-anak muda.

Seperti apa yang dikatakan Soeprapto, sosiolog dari UGM memandang klitih disebabkan oleh peristiwa tawuran anak sekolah. “Kenakalan atau tawuran remaja pada masa lalu tidak seberani ini. Anak-anak dulu hanya adu mulut, paling-paling pukul-pukulan dengan tangan kosong,” kata Soeprapto. Inilah sekarang yang menjadi dapur pikir para elit Jogja itu sendiri untuk cepat merampungkan PR ini. Jangan sampai Jogja kota yang penuh kearifan sopan santunnya ini menjadi kehilangan makna keluhurannya.

4 tanggapan untuk “JOGJA DARURAT KLITHIH

Tinggalkan komentar