KEKERASA PADA ANAK

“Jangan kamu bertanya siapa ayahmu. Masih untung kau lahir ke dunia, masih untung mama rawat dan tidak mama melenyapkan saat itu !” kata seorang ibu muda korban dari perselingkuhan. Nama ibu muda itu, Yenni yang bekerja di sebuah cafe.
Sepenggal kalimat yang aku dengar pada saat aku tugas investigasi di sebuah perkampungan yang padat penduduk.

Suatu teguran yang sangat menyakitkan, dan apalagi teguran ini disampaikan dari seorang ibu muda ke pada anaknya yang masih belia. Bagaimana menurut kalian mendengar umpatan seperti itu ?.Jelas kalian akan marah. “Sekejam itu kau lontarkan kemarahanmu pada seorang anak yang tidak tahu dan ingin tahu, siapa ayah sebenarnya” Ini mungkin teguran kalian yang peduli.

Pada saatnya kita harus berpikir dan merenungi, suatu persoalan yang sangat pelik ini terjadi pada seorang perempuan di luar nikah. Akhirnya anak yang tidak berdosa menjadi korban dari sebuah percintaan palsu dan sesaat. Memang tidak bisa dibantah bila persoalan seperti ini sering terjadi dan harus terjadi. Di era milenial ini segala sesuatunya gampang terjadi. Sepertinya sudah tidak ada rasa dan asa.

Hm, begitulah kenyataannya, mungkin bisa juga terjadi pada diri kalian. Untung saja si anak belia ini tidak menjadi korban aborsi. Nah siapa yang harus bertanggungjawab menangani persoalan ini ? Apakah persoalan ini akan terus bermuara, tanpa harus ada riak gelombang yang menghentikan ?
Inilah yang perlu kalian renungkan, terutama yang sudah terperangkap pada persoalan ini. Mohon seyogyanya untuk lebih dekat pada Tuhan dan bertawakal.

Tinggalkan komentar