Rembuk Warga merupakan suatu program aktif dan pokok GKJW. Disinilah warga jemaat menerima undangan untuk saling menyampaikan “unek-unek”, aspirasi dan gagasan yang tersimpan. Jangan jadikan kesempatan yang baik ini sebagai “rasan-rasan” sesama warga karena enggan menyalurkan aspirasinya. Juga disamping itu rembuk warga merupakan bentuk aspirasi warga yang sangat prospektif juga sebagai momentum gereja, di mana program PKT yang tiap tahun harus dibuat. Bagaimana seandainya tidak ada rembuk warga ? Ya bisa juga dikatakan PKT yang terbentuk hanya sekedar abal-abal, juga GKJW yang katanya berpijak dan berpedoman pada karya gerakan warga, hanya yang sekedar tercipta sebagai gerakan para pejabat semata.
Kata-kata “rembug warga” menunjuk kepada hakekat dari pertemuan, perembugan, musyawarah dan rapat warga suatu Jemaat, yaitu menghimpun saran, pendapat, nasehat dan gagasan warga untuk lebih memajukan Jemaat dalam memenuhi panggilannya dan dalam menjalankan Kegiatan Pelayanannya.
Namun semua ini membutuhkan pola pikir yang sangat dalam dan paling tidak harus dikelola oleh para pengampu yang punya kepedulian penuh integritas tinggi. Supaya program yang keluar dari aspirasi warga bisa tersalurkan secara mendasar dan transparan. Tidak hanya sebagai catatan kusam dan terbuang.
Tetapi hal yang lebih penting menjadi pertanyaan untuk mencari rekam jejak, sejauh mana para pengampu mau untuk mengevaluasi program yang dulu pernah dibuat bersama dalam rembuk warga. Tak lain biar warga tahu, sudah banyak yang terealisasikah atau hanya sekedar sebagai hiasan catatan di buku tebal saja. Namun menurut pengamatan penulis, dalam hal ini tidak pernah terdengar, jadi hasil dari rembuk warga hanya berkutat dari usulan itu ke itu saja.
Sudah seperti biasanya warga akan disuguhi program yang baru. Dengan kata lain, program yang baru ini semoga tidak tumpang tindih dengan program yang lama dan biar tidak terasa monoton.
Sementara kita akui dengan niat jujur dan obyektif, bahwa perkembangan GKJW dengan tumbuh kembangnya sangat begitu pesat sekarang ini, yang patut kita banggakan. Nah semua ini tak lain atas campur tangan Tuhan yang selalu hadir dan juga kepedulian kita bersama.
Namun bisa menjadi catatan sendiri, bila semua ini tanpa kita temukan makna spiritualitasnya, juga seperti tidak akan berarti.
Kini dengan seiringnya waktu perkembangan yang sangat begitu pesat juga dilandasi pembangunan yang terus menerus merupakan suatu keinginan tekat bersama, bahwa kita mampu dan kita bangga punya Tuhan Yesus yang senantiasa menolong kita.

Rembug warga juga sedang berlangsung untuk tingkat kelurahan saat ini, menuju musrembang kelurahan 😀😀
SukaSuka
Oh iya ?
SukaSuka
Iya Pak.
Di awali rembug warga sekaligus pemilihan pengurus Pokmas, dilanjutkan musrembang kelurahan menuju musrembang kecamatan.
SukaSuka