MAHASISWA DAN KIPRAHNYA

Bagaimana orang tua harus menyikapi perjalanan hidup seorang anak dalam menjalankan tugas sebagai mahasiswa.
Ya sudah semestinya sebagai orang tua harus bertanggung jawab, secara moril dan materiil dan lagi hidup jauh dari keluarga. Namun, sebaliknya anak harus juga tahu bagaimana cara untuk hidup mandiri, yang segala sesuatunya harus ditanggung sendiri. Mualai dari mengatur keluar masuknya uang dan juga etika, kebersihan, pergaulan. Ini peran pokok yang harus disikapi dengan baik.
Memang bagi anak hidup di lingkungan perkulihan sering mendapat godaan hal penggunaan uang. Karena harus mengikuti arus prilaku anak muda. Dan lagi hidup di lingkungan perkampungan anak kos. Nah, kalau tidak hati-hati cara mengelola keuangan saku bulanan. Wah ! Akan habis sebelum waktunya.

“Sekarang Din ! Pernah uang kamu habis sebelum waktunya, toh tiap bulan kamu sudah mendapat jatah rutin uang saku bulanan, jika terjadi apakah kamu akan membiarkan perutmu kelaparan karena tidak makan ?” tanyaku, pas kebetulan aku datang ke tempat kos anakku Dinar di daerah Ketintang Surabaya.
“Ya nggak dong, Yah !” jawab Dinar manja.
“Dan kamu juga harus mengerti fungsi uang dalam hal pengeluaran mulai sekarang.Tujuannya apa, agar nanti saat kamu terjun ke dunia kerja dan hidup mandiri, kamu sudah siap cara mengoptimalkan fungsi uang. Sebab untuk melakukan budgeting tentang mana yang perlu kamu beli dan mana yang tidak perlu dibeli. Contoh membuat list rincian biaya, pisahkan yang menjadi kebutuhan pokok dan tidak. Buku, alat tulis, kos-kosan, mie intan, uang transport tentu perlu kamu masukkan dalam list pengeluaran pokok yang tidak bisa diganggu-gugat. Jangan sampai kamu menukar posisinya dengan membeli barang-baraag yang tidak perlu.” tanyaku lagi supaya lebih melengkapi, seraya kubelai rambutnya yang panjang. Jelas sebagai orang tua sebenarnya tidak tega jauh dengan anak.

Ya memang biaya kuliah jangan kalian anggap enteng zaman sekarang, mahal ! Maka dari itu sebagai mahasiswa harus sungguh-sungguh dan rajin mengikuti pelajaran yang disanpaikan para dosennya. Jangan sampai tidak tepat waktu, sebab mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu, percayalah pasti harus menambah semester dan dampaknya harus mengeluarkan biaya uang kuliah lagi. Namun itu nggak masalah, kalau bisa membayar dengan uangnya sendiri. Alias kuliah sambil bekerja, jadi tidak mengandalkan orang tua. Maka dari itu yang perlu kalian ingat, bila sampai tidak lulus, semakin banyak uang yang akan keluar.

Ingat perjuangan semasa kuliah yang perlu kalian ingat, sebenarnya apa alasan kalian kuliah ? Terpaksa karena tuntutan atau ambisi orangtua, mencari ilmu  pengalaman baru, supaya cepat dapat pekerjaan atau cuma ikut-ikut teman ? Apapun alasannya, namun yang pasti sebenarnya terselip tujuan besar kalian menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Perjuangan yang membutuhkan waktu, pikiran dan tenaga yang bertahun-tahun kuliah, tentu sudah banyak pengorbanan yang sudah kaluan tempuh. Bayangkan setiap hari harus mengikuti kelas, mengerjakan tugas segunung, diomeli dosen, magang, dan KKN. Tidak sedikit tenaga, pikiran dan dana yang telah kalian keluarkan sampai saat ini.

Setiap mahasiswa pasti ingin segera lulus kuliah atau wisuda. Pada umumnya mahasiswa ingin segera mengakhiri masa kuliah tepat waktu, bahkan kalau bisa lebih cepat. Namun ada beberapa mahasiswa yang berpikiran untuk menunda kelulusan karena kesibukan lain, atau malah sibuk main-main alias senang demo yang tujuannya tidak jelas.
Nah, bagaimana ? Kuliah akan sia-sia atau harus drop out ! Atau juga menjadi mahasiswa permanen dan menjadi mahasiswsa abadi ??

Tinggalkan komentar