MIRNA

Wah, enak kamu sekarang Mir, jadi sekretaris redaksi. Di sini kamu identik dengan sebutan sebagai “Ibu” redaksi, karena kamu mampu menjalankan tugas mengkoordinasikan redaksi, Juga  menjadi pendengar yang baik. Sebab Sekretaris Redaksi menampung curahan hati para redaksi.” Kataku pada Mirna. disaat kami berdua sedang menikmati indahnya pagi di kedai makan, Karah Agung Surabaya lima tahun silam.
“Ah, biasa saja Mas Dwi. Biarpun bagaimana aku juga harus siap !” Jawab Mirna semangat yang seakan dia merasa tidak mempunyai beban dalam menjalankan tugasnya.

Memang sebagai Sekretaris Redaksi tersimpan data Wartawan, Redaktur, Koordinator Peliputan, dan organ redaksi lainnya terkumpul. Data-data yang ada berdasarkan fakta yang terjadi di redaksi. Misalnya, data mengenai catatan-catatan keharusan wartawan menyetorkan tulisannya, catatan mengenai sikap, keterlambatan, dan catatan-catatan sikap lainnya. Sehingga, Sekretaris Redaksi  harus mampu menjaga rahasia redaksi dan juga harus mampu pula menjadi jembatan perselisihan antar organ keredaksian.

Pada dasarnya Pemimpin Redaksi juga dibantu oleh Sekretaris Redaksi. Sekretaris Redaksi berada langsung di bawah kendali Pemimpin Redaksi atau Redaktur Pelaksana. Meskipun begitu, Sekretaris Redaksi tidak memiliki alur komando pada posisi di bawahnya. Namun, Sekretaris Redaksi secara langsung bertanggung jawab pada Redaktur Pelaksana dan Pemimpin Redaksi mengenai kondisi redaksi.
“Ok, selamat beraktivitas ya Mir ?!”
Mirna hanya tersenyum manis sedikit manja. Menyudahi perjumpaan kami…

Tinggalkan komentar