
Banyak orang yang bermimpi untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada jenjang lebih tinggi, yaitu menyandang gelar kesarsarjanaan. Ini tidak mudah, perlu membutuhkan perjuangan, pertimbangan dan pemikiran yang lebih matang. Pertimbangan itu didasari oleh jurusan apa yang harus diambil dan biaya yang harus dikeluarkan. Banyaknya jurusan pada mata kuliah semakin juga banyaknya peluang untuk mencari pekerjaan dan sambil kuliah dapat sambil kerja, baik itu dari bidang ekonomi, regulasi, kesehatan, bahasa, seni, dan lain sebagainya.Tapi tak semuanya lho, mempunyai kans kerja yang tinggi di zaman now ini. Tergantung bagaimana para mahasiswa/i ini bisa mengambil kesempatan dengan baik.
Nah siang tadi kebetulan aku ada di Kantin Fakultas Ilmu Budaya Unair, menunggu seseorang untuk bahan investigasi. Sambil menunggu di sebuah kantin, tentu sangat mengenangkan dengan menu hidangan yang disajikan. Selain tersedia dalam berbagai pilihan dan rasa yang enak, harga makanan dan minuman dijamin gak bikin kantong bolong. Yang datang di kantin ini tidak hanya dari kalangan mahasiswa FIB saja, namun kantin ini juga terkenal di kalangan mahasiswa dari berbagai fakultas di Unair. Oleh karena itu, kantin ini memang tidak pernah sepi pengunjung.
Udara siang itu terasa panas, namun dengan rindangnya pepohonan di sekitar kantin, membuat udara tidak terasa panas. Sambil menunggu, kebetulan ada anak-anak muda yang aku kenal. Jadi di sini tidak sendirian, ada empat dara-dara manis mahasiswi kampus ini, membuat kami berempat terasa “gayeng” dan familier. Wah, cocok ini untuk bahan cerita di FB
Aku mencoba bertanya pada Ita, yang kebetulan duduk tidak jauh dariku, dan Ita sebagian dari generasi penerus teknik informatika di kampus ini sebab ia mengambil jurusan ini. “Kamu ambil jurusan ini, enak lho It !” tanyaku pada Ita
“Ya, memang ini keinginanku” jawabnya
“Jurusan Teknik Informatika ini yang nantinya akan banyak diperlukan oleh perusahaan di era digital sekarang ini, sebab teknologi akan kian berkembang dengan seiringnya detak waktu.
Disamping itu juga mengajarkan tentang seputar pemrograman software, jaringan, website serta aplikasi. Namun kamu harus siap, disamping itu kamu dituntut betul-betul menyukai hitung-hitungan, sebab sebagian besar mata kuliahnya mengharuskanmu untuk berkutat dengan angka-angka. Ya, dengan maraknya dunia komputerisasi akan membuka peluang kerja yang sungguh luas bagi para lulusan teknik informatika untuk programer dengan kisaran gaji yang tak bisa dianggap sebelah mata, lho It !” aku mencoba menghibur dan memberi semangat.
“Betul sekali Om !” sergah jawab Ita sepontan seraya mengacungkan jempolnya ke arahku. Widya yang duduk di samping Ita terperangah dan takjub mendengar uraian yang punya prospek ke depan ini.
“Nah kalau kamu Wit, bagaimana ! Ambil jurusan apa ?” tanyaku pada Widya.
“Orang tuaku suruh aku ambil jurusan Desain komunikasi visual, Om ! Katanya punya prospek ke depan sangat bagus dan bapakku ‘kan punya latar belakang sebagai fotografer, Om” jawab Widya datar yang seakan tidak ada keraguan.
“Bagus bagaimana Wid ?” tanyaku penasaran.
“Desain komunikasi visual atau yang lebih diketahui dengan nama DKV, jurusan ini sangat menjanjikan dan disamping itu, aku harus sungguh-sungguh layak mempunyai talenta seni sebab di dalamnya, nanti aku akan diajari seputar seni desain, ilustrasi, fotografi, animasi, desain laman, dan hal-hal yang berhubungan dengan seni rupa.
DKV menggabungkan ilmu seni manual dengan digital sehingga nantinya jebolan dari desain komunikasi visual ini bisa bekerja di bidang periklanan, percetakan, penerbitan, ilustrator, dan masih banyak lagi.” penjelasan yang panjang lebar ini, aku jadi lebih penasaran.
Tapi sayang perjumpaan yang gayeng ini berhenti sampai di sini. Orang yang aku tunggu sudang ada di depanku. Bagaimana tidak ! Ini urusan yang lebih penting menyangkut tentang pekerjaan kesehariaanku. Jadi perjumpaan dengan dara-dara manis ini kuakhiri. Hem..