(freelance writer)
Di dalam kepelbagi pendapat banyak orang yang mengatakan. “Enak lho jadi seorang penulis ?” Ada lagi yang mengatakan. “Jadi penulis itu nggak enak, hidupnya hanya senang ngluyur, menyendiri, mengkhayal, kutu buku, sangat egois dan bila kalian pingin punya pacar penulis, ya sabar-sabar saja hatimu, kalau pingin awet.”
Dua hal yang berseberangan tapi pengertian saling terkaitan juga membutuhkan. Tetapi disisi lain gues, sebagai penulis lepas (freelance writer) juga paling banyak disenangi orang. Kerjanya bebas, tanpa terikat waktu juga dapat penghasilan. Dan nggak perlu repot-repot, banyak teman di medsos jika mau membuat status.
Nah, membayangkannya saja sudah bikin hati kepencut. Eh, tapi tunggu dulu. Jadi penulis lepas tidak segampang yang kita bayangkan, lho ? Paling tidak harus mempunya ketrampilan merangkai kata, kalimat dan bahasa, juga harus banyak wawasan yang luas disamping referensi yang seabrek.
Heh, tapi lucunya gues ! Ada yang mengatakan, bahwa penulis adalah seorang petualang. Dan petualang itu adalah penulis. Paling tidak penulis mempunyai latar belakang seorang traveller, pecinta alam, giat kuliner, atau pengembang masyarakat, maka tulisan mereka mengenai pengalaman akan sangat berbeda dengan tulisan dari penulis lainnya. Memang penulis adalah jiwa-jiwa yang memiliki banyak rasa dan asa. Maka jiwa-jiwa para travell blogger adalah jiwa-jiwa yang enggan move on setelah berpergian. Bagi mereka perjalanan adalah kebahagiaan, cerita, dan kenangan. Sehingga kenangan yang tercipta melalui ingatan akan terus dapat dikenang melalui tulisan. Agar semua tak berlalu begitu cepat, dan usia terasa masih belia, pengalaman memang segala bagi mereka yang disebut penulis.
Salam literasi#
